Sepeuluh Nopember Tahun 1945 adalah Hari Pahlawan. Saat itu telah terjadi pertempuran hebat antara pasukan sekutu melawan pasukan pejuang bangsa Indonesia. Korban berjatuhan antara kedua belah pihak. Korban paling banyak di pihak bangsa Ibdonesia karena sebelum pasukan sekutu mendarat di pelabuhan Tanjung Perak, kota Surabaya telah dibombardir lebih dahulu oleh pasukan sekutu baik melalui darat, laut maupun udara.
Memang bangsa Indomesia sejak jaman kerajaan dahulu sampai menjelang kemerdekaan selalu dipenuhi dengan perjuangan membela tanah tumpah darah baik melawan musuh dalam negeri maupun bangsa asing.
Akan tetapi, generasi yang hidup setelah jaman kemerdekaan sampai saat ini, juga dipenuhi dengan perjuangan membela tanah air melawan musuh dalam negeri seperti menghadapi pemberontakan Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, Premesta, kudeta (perebutan kekuasaan yang syah) oleh PKI baik tahun 1948 maupun tahun 1965, GAM (Gerakan Aceh Merdeka), Gerakan Pengacau Keamanan OPM (Organisasi Papua Merdeka) maupun musuh luar negeri seperti timbulnya masalah ketegangan perbatasan dengan negeri Jiran atau Malaysia.
Di bidang ekonomi, bangsa Indenesia juga penuh dengan perjuangan untuk mengatasi kesulitan ekonomi kehidupan rakyat. Mulai sejak merdeka sampai jatuhnya pemerintahan orde lama, kehidupan rakyat sulit. Orang di daerah pelosok pedesaan banyak makan nasi gaplek, jagung dan sebagainya. Memang saat itu, anggaran belanja negara banyak digunakan membeli senjata untuk menumpas pemberontakan musuh dalam negeri, merebut pulau Irian Barat yang terkenal dengan TRIKORA, merebut pulau Kalimantan Utara yang terkenal dengan DWIKORA. Irian Barat berhasil direbut dengan kembalinya ke pangkuan ibu pertiwi sedang Kalimantan Utara tidak berhasil karena pemerintahan orde lama tumbang setelah terjadi kudeta (perebutan kekuasaan) yang dilakukan oleh PKI pada tgl. 30 September Th. 1965.
Setelah pemerintahan orde lama tumbang kemudian diganti oleh pemerintahan orde baru di bawah pimpinan Presiden Suharto. Perjuangan untuk memperbaiki ekonomi kehidupan rakyat terus dilanjutkan. Awalnya berjalan mulus dan menunjukkan perubahan ke arah perbaikan kehidupan rakyat. Akan tetapi, semakin lama menunjukkan perubahan sebaliknya. Harga kebutuhan hidup setiap saat naik. Hampir tiap tahun harga BBM terjadi kenaikan. Kalau harga sudah naik, semua harga kebutuhan hidup tiap hari ikut menyesuaikan. Kalau tidak, ia akan rugi. Yang hidup enak cuma kaum biokrasi dan kaum konglomerat.
Pengangguran tiap tahun makin membengkak karena setiap lulusan perguruan tinggi maupun sekolah belum tentu mendapat pekerejaan. Ini makin lama bisa menimbulkan masalah sosial yang serius. Orang yang menganggur karena sulit mendapatkan pekerjaan yang cocok bagi mereka. Sedang kebutuhan hidup tidak bisa dicegah, bisa menimbulkan gagasan buruk seperti merampok, menodong, membunuh dan sebagainya bagi yang pendek nalarnya.
Keadaan tersebut berlangsung sampai bertahun-tahun. Tidak hanya di bidang ekonomi saja, tetapi di bidang lainnya seperti politik, sosial, hukum dan sebagainya terjadi kemerosotan dan penyimpangan besar-besaran sehingga terjadi krisis kepercayaan multi dimensi atau segala dimensi. Karena tidak kuat dengan keadaan krisis tersebut, rakyat bersama mahasiswa turun ke jalan berdemontrasi menuntut perbaikan keadaan kepada pemerintah. Mulanya yang berdemo hanya mahasiswa saja. Akan tetap, semakin hari rakyat juga ikut berdemo turun ke jalan.
Setelah terjadi penembakan kepada empat orang mahasiswa Trisakti sehingga tewas di jembatan penyeberangan ats di depan kampus mereka, demontrasi menjalar dengan cepat ke seluruh wilayah kota Jakarta. Kota Jakarta menjadi membara oleh amukan masa demontran. Selanjutnya demo menjalar ke seluruh kota besar di tanah air. Karena tekanan amat dahsyat yang dilakukan mahasiswa dan seluruh komponen masyarakat kepada pemerintah, akhirnya pada sekitar tgl. 20 Mei Th. 1998 pemerintahan orde baru tumbang dengan lengsernya Presiden Suharto dari singgasanya.
Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperbaiki ekonomi kehidupan rakyat terus dilanjutkan oleh pemerintahan di masa reformasi. Yang dimulai oleh pemerintahan di bawah pimpinan Presiden B.J. Habibie, Gus Dur, Megawati sampai Susilo Bambang Yudoyono ( SBY ). Perhatian terhadap rakyat kecil mulai dilaksanakan dengan mengalirnya bantuan dari pemerintah ke rakyat kecil. Contohnya orang kecil menerima bantuan uang tunai dari uang kompensasi kenaikan harga minyak tanah, bantuan bahan sembako dengan cara membeli dengan harga murah, bantuan uang tunai BLT dan sebagainya. Ini membuat rakyat lega atau puas karena di jaman orde baru bantuan tersebut jarang terjadi.
Itu semua merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia terus berjuang untuk menyejahterakan kehidupan rakyat terutama rakyat kecil sampai kapan pun.
PERJUANGAN TIADA HENTI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar