Kesulitan Menyelimuti Surga
Surga tempat penuh kenikmatan
Surga tempat orang beriman
Surga tempat membalas kebaikan
Surga tempat dambaan setiap insan
Orang tidak mudah menggapai surga
Itu perlu perjuangan berat masuk surga
Banyak godaan dan rintangan yang menghadangnya
Hanya buat orang yang beriman dan takwa yang bisa menggapai surga
Iblis dan setan tidak suka manusia masuk surga
Mereka berusaha menghalangi manusia masuk surga
Dengan cara menggoda. membujuk dan merayunya
Sehingga manusia lupa untuk menggapai surga
Menjelang Maghrib
Suara adzan menggema memanggilku
Aku hentikan tarian penaku
Kulangkahkan kaki menuju rumah Tuhanku
Do’a dan pujian menyambut kedatanganku
Seruan takbir awal mulai menghadap Tuhanku
Hati khusuk mengiringi gerakan shalatku
Perasaan pasrah dan minta ampunan akan dosaku
Merasa takut bila tidak mendapat ampunan dari Tuhanku
Selesai shalat perasaan tenang menghampiriku
Cahaya terang menyinari hatiku
Iman dan taqwa anugrah dari Tuhanku
Hati ini selalu diselimuti rasa rindu kepada Tuhanku
HUJAN
Kau datang setiap saat
Dengan membawa berkah kepada umat
Juga membawa bencana bagi umat
Dengan menyebabkan banjir di setiap tempat
Wahai manusia
Itu bukan salahku semata
Itu salahmu semua
Karena tidak mau melestarikan alam
Wahai hujan
Kami minta maaf
Dengan menuduhmu semena-mena
Tanpa kamu...................
Hidup kami sengsara
Karena itu kawan
Marilah memanfaatkan hujan
Caranya dengan melestarikan alam
Dengan begitu hujan bisa digunakan
sebagai sumber kehidupan
TRADISI MUDIK LEBARAN
Tradisi mudik lebaran dari tahun ke tahun makin meningkat.
Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia khususnya umat Islam masih menghargai nilai luhur budaya nenek moyangnya.
Nilai luhur tersebut yaitu berbakti sama orang tua dan silaturrohim antara orang tua dan sanak saudara dan kerabat di kampung halamannya.
Dengan begitu, akan terjadi keakraban dan rasa saling kasih yang terjalin diantara mereka.
Di hari raya Idul Fitri selama sebulan terjadi salam-salaman antara sesamanya saling ma'af mema'afkan akan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Hal tersebut bisa menghilangkan rasa permusuhan,dendam dan masalah yang tidak enak diantara sesamanya.
Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu mempertahankan tradisi nenek moyang dan ajaran agama sehingga tradisi tersebut tidak hilang tertelan oleh zaman modern.
Tradisi mudik lebaran secara tidak langsung membuka lapangan usaha baru.
Dengan banyaknya yang pulang mudik, otomatis memerlukan kendaraan yang cukup untuk memberangkatkan mereka. Ini membuka usaha wisata pulang kampung.
Mereka memerlukan makan dan minum diperjalanan dan tempat istirahat untuk melepaskan lelah yang nyaman.
Disepanjang perjalanan di tempat-tempat strategis timbul usaha lapangan pekerjaan yang sifatnya memberi pelayanan kepada kaum mudik. Misalnya restoran, warung makan, tempat peristirahatan, keamanan disepanjang jalan oleh polisi dsb.
Pelayanan tersebut makin tahun makin meningkat sehingga kaum mudik lebaran bisa pulang dengan lancar dan nyaman.
Semoga tradisi mudik lebaran makin tahun makin lancar dan mudah sehingga tradisi tersebut tidak hilang tertelan zaman.
KARTINI
Kartini
Namamu menjulang tinggi
Karena engkau seorang pemberani
Yang berani menembus tirani tradisi
Sehingga muncul Kartini-Kartini masa kini
Kartini
Idemu sangat cemerlang
Lalu engkau laksanakan idemu dengan penuh rintangan
Serta caci maki cemoohan dan tertawaan juga hinaan engkau terima
dengan hati lapang
Sehingga cita-citamu berhasil menjadi kenyataan sekarang
Kartini
Usahamu tidak sia-sia kini
Derajat wanita sudah sejajar dengan lelaki saat ini
Mereka menempati posisi strategis di bumi pertiwi ini
Semoga mereka mengerti akan hasil jerih payahmu ini
TIRAKATAN
Kehidupan modern cenderung menampilkan hidup glamour atau mewah. Gaya hidup orang modern dan kaya dijadikan panutan dalam hidup ini. Bagi kita, yang masih belum lepas dari krisis, amat berat untuk mencapai taraf hidup tersebut. Dalam masa sulit ini, melakukan tirakatan amat diperlukan. Menurut buku " Kamus Bahasa Indonesia Praktis Populer dan Kosa Kata Baru " karangan Drs. Sulkan Yasin dan Drs. Sunarto Hapsoyo, yang dimaksud tirakatan yaitu melakukan puasa, menahan hawa nafsu, hidup prihatin.
Dalam melakukan tirakatan, seseorang bisa kuat menghadapi cobaan hidup. Mengapa? Karena ia terlatih hidup dalam keadaan pas-pasan. Tiap hari, ia biasa mengurangi makan dan minum yang berlebihan. Ketika berpuasa, ia tidak makan dan minum dari pagi hingga menjelang magrib. Kadang ia hanya minum air matang saja. Selanjutnya, ia mampu mengendalikan hawa nafsu sebaik-baiknya.
Suatu saat, ia suka manjauhi keramaian. Ia sering melakukan tafakur atau semedi. Selain itu, ia mau menerima keadaan apa adanya. Dengan demikian, pikiran tidak macam-macam. Ia menyadari bahwa keadaan sulit tersebut hanya merupakan proses untuk mencapai hidup yang lebih baik. Ini harus disyukuri sebagai nikmat dari Sang Maha Pengatur alam seisinya. Sekarang, orang harus hidup prihatin biar tabah menghadapi masa sulit tersebut.
Sering melakukan tirakatan, bisa membuat orang menjadi pinunjul atau linuwih. Dalam keadaan tirakatan. orang terlatih atau digembleng oleh berbagai kesulitan. Terbukti ia mau menempuh kesulitan sebab ia mempunyai gegayutan yang hendak diraih.
Selain itu, ia mempunyai maksud biar kuat lahir batin serta menjadi terlatih menghadapi kesulitan. Juga, ia sering menyendiri dan suka mengamati situasi. Setelah itu, ia biasanya mempunyai keistimewaan misalnya pikiran dan hati menjadi lebih terbuka. Dengan sering melakukan hidup prihatin, orang bisa mempunyai kelebihan bila dibandingkan dengan orang biasa.
Memang dengan hidup selalu tirakatan, seseorang bisa kuat menghadapi berbagai cobaan, bisa intropeksi diri, bisa konsentrasi dalam berusaha mencapaicita-cita, bisa sukses tercapainya yang diharapkan, bisa mempunyai kelebihan, bisa mendapat petunjuk dan lebih dekat dengan Sang Pencipta. Itu semua sangat didambakan oleh setiap orang. Apalagi, sekarang maupun masa depan banyak kesulitan yang siap menghadangnya.






